1. komputer telah dapat mengurangi bahkan membuang kemungkinan

1.    
 Latar
Belakang

 

Sistem keamanan pengiriman data (komunikasi data yang
aman) dipasang untuk mencegah pencurian, kerusakan, dan penyalahgunaan data
yang terkirim melalui jaringan komputer. Dalam praktek, pencurian data berwujud
pem

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

bacaan oleh pihak yang tidak berwenang biasanya dengan
menyadap saluran publik. Teknologi jaringan komputer telah dapat mengurangi
bahkan membuang kemungkinan adanya kerusakan data akibat buruknya konektivitas
fisik, namun gangguan tetap bisa terjadi karena ada unsur kesengajaan yang

mengarah
ke penyalahgunaan sistem dari pihak-pihak tertentu. Enkripsi adalah salah satu
teknik yang paling baik untuk menjaga kerahasiaan suatu data dalam
berkomunikasi. Dengan enkripsi, suatu informasi akan menjadi sulit untuk
diketahui oleh orang yang tidak berhak. Tujuan dari makalah ini adalah untuk
lebih mengetahui tekhik-teknik mengamankan pengiriman data dengan enkripsi.
Enkripsi data yang akan dibahas pada makalah ini adalah Data Encryption
Standard dan Advanced Encry ption Standard. Oleh sebab itu, makalah ini disusun
sebagai dasar atau landasan akan pentingnya keamanan pengiriman data .

 

1.1 Masalah dan tujuan

1.Membandingan antra tehnik enkripsi DES dan AES

2.   
Kajian puataka

 

            Pada
bagian ini akan membahas beberapa pustaka yang digunakan sebagai landasan teori
atau acuhan sebagai pembanding DES dan AES. Berikut penelitian terdahulu
terkait DES dan AES .

            Penelitian
ter dahulu yang berjudul analisis
perbandingan antara algoritma kriptografi aes dan des, Dapat disimpulkan bahwa perbandingan
antara DES dan AES. Dengan dilakukan perbandingan teoritis, analisis
eksperimental dan perbandingan algoritma DES dan AES. Berdasarkan file teks
yang digunakan dan hasil eksperimen dapat disimpulkan bahwa algoritma AES
membutuhkan waktu enkripsi dan dekripsi lebih sedikit dibandingkan dengan
algoritma DES. (Rikson
Gultom, 15 Sep 2015)

 

Enkripsi

 

Enkripsi
yaitu suatu proses pengaman suatu data yang disembunyikan atau proses konversi
data ( plaintext ) menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca/ dimengerti. Enkripsi
telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, namun, hanya
organisasi-organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang
sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan
tahun 1970an enkripsi kuat dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen
pemerintah Amerika Serikat pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah
digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet, e-commerce, jaringan
telepon bergerak dan ATM pada bank. Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan
keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang
aman, terutama untuk memastikan integrasi dan autentikasi dari sebuah pesan.
Untuk menampilkan enkripsi dan kebalikannya dekripsi, digunakan algoritma yang
biasa disebut Cipher dengan menggunakan metode serangkaian langkah yang
terdefinisi yang diikuti sebagai prosedur. Alternatif lain ialah Encipherment.
Informasi yang asli disebuh sebagai plaintext, dan bentuk yang sudah dienkripsi
disebut sebagai chiphertext. Pesan chipertext berisi seluruh informasi dari
pesan plaintext, tetapi tidak dalam format yang didapat dibaca manusia ataupun
komputer tanpa menggunakan mekasnisme yang tepat.

 

Dekripsi

 

Sedangkan
Dekripsi yaitu kebalikan dari proses enkripsi yaitu proses konversi data yang
sudah dienkripsi ( ciphertext ) kembali menjadi data aslinya ( Original
Plaintext ) sehingga dapat dibaca/ dimengerti kembali.Pesan yang akan
dienkripsi disebut plaintext yang dimisalkan plaintext ( P ), proses enkripsi
dimisalkan enkripsi ( E ), proses dekripsi dimisalkan dekripsi ( D ), dan pesan
yang sudah dienkripsi disebut ciphertext yang dimisalkan ciphertext ( C )

 

Algoritma Data Encryption Standard (DES)
DES termasuk ke dalam system kriptografi simetri dan tergolong jenis cipher blok.
DES beroperasi pada ukuran blok 64 bit. DES mengenkripsikan 64 bit plainteks
menjadi 64 bit cipherteks dengan menggunakan 56 bit kunci internal (internal
key) atau up-kunci (subkey). Kunci internal dibangkitkan dari kunci
eksternal (external key) yang panjangnya 64 bit. Skema global dari
algoritma DES adalah sebagai berikut:
  1. Blok plainteks dipermutasi dengan
matriks permutasi awal (initial    

            permutation atau IP).
2. Hasil permutasi awal kemudian dienciphering- sebanyak 16 kali (16
putaran).   

          Setiap putaran menggunakan kunci internal yang
berbeda.
3. Hasil enciphering kemudian dipermutasi dengan matriks permutasi balikan

          (invers initial permutation
atau IP-1 ) menjadi blok cipherteks.

     
Di dalam proses enciphering, blok plainteks terbagi menjadi dua
bagian, kiri   (L) dan kanan (R),
yang masingmasing panjangnya 32 bit. Kedua bagian ini masuk ke dalam 16 putaran
DES. Pada setiap putaran i, blok R merupakan masukan untuk fungsi
transformasi yang disebut f. Pada fungsi f, blok R
dikombinasikan dengan kunci internal Ki. Keluaran dai fungsi f di-XOR-kan
dengan blok L untuk mendapatkan blok R yang baru. Sedangkan blok L
yang baru langsung diambil dari blok R sebelumnya. Ini adalah satu
putaran DES.

     

     

 

 

DESKRIPSI ALGORITME AES

     
   AES merupakan algoritme
kriptografi yang didesain untuk beroperasi pada blok pesan 128 bit dan
menggunakan tiga variasi blok kunci dengan 
3panjang 128 bit, 192 bit, atau 256 bit. Khusus untuk penelitian ini,
pengkajian akan dibatasi pada blok pesan 128 bit dengan ukuran blok kunci 128
bit. Empat proses utama algoritme terdiri atas satu proses permutasi (ShiftRows)
dan tiga proses subtitusi (SubBytes, MixColumns, dan AddRoundKey).
Struktur  algoritme secara umum cukup
sederhana, dengan proses baik enkripsi maupun dekripsi diawali proses
AddRoundKey, diikuti sembilan round yang masing-masing tersusun atas
empat proses, dan diakhiri round kesepuluh yang terdiri atas tiga proses.
Proses AddRoundKey membentuk Vernam cipher, sedangkan tiga proses
lainnya menciptakan proses pengacakan dan penggabungan secara tak linear.

      Proses
Enkripsi
Struktur proses enkripsi AES digambarkan pada Gambar 1. Proses enkripsi AES
diawali proses AddRoundKey diikuti sembilan round dengan arsitektur yang
tersusun atas empat proses dan urutan identik yaitu SubBytes, ShiftRows,
MixColumns, dan AddRoundKey. Akhir proses enkripsi digunakan round kesepuluh
yang tersusun atas tiga proses terurut SubBytes, ShiftRows, dan AddRoundKey
yang keseluruhan proses tersebut diiringi proses penjadwalan key (oleh expand
key) bagi setiap round. Seluruh fungsi operasi (penjumlahan dan
perkalian) yang tercakup dalam AES merupakan operasi-operasi yang didefinisikan
dalam ruang lingkup finite field GF(28) dengan polinomial irreducible
pembangkit m(x)= x8 + x4 + x3 + x + 1. Sebelum memasuki proses enkripsi,
dilakukan partisi setiap blok plaintext 128 bit menjadi masing-masing
delapan bit dan di representasikan dalam dua karakter heksadesimal, maka
dihasilkan 16 buah input. Input tersebut direpresentasikan ke
dalam matriks 4×4 yang disebut matriks input. Gambar 2 menunjukkan
matriks input tersebut. (Stallings
2003).

in0 in4 in8
in12
in1 in5 in9 in13
in2 in6 in10 in14
in3 in7 in11 in15
Gambar 1. Matriks input

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Metode penelitian

         Pada bagian ini membahas tentang
langkah-langkah / tahapan yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                   

 

                                Gambar 2
Langkah Langkah penelitian

 

 

Langkah 1 pengumpulan data yaitu mengumpulkan
reverensi terkasit dengan aes dan des Langkah 2 analisis kebutuhan yaitu
meganalisis kebutuan apa saja yang di butuhkan di aes dan des langkah 3
membandingkan yaitu membandingkan aes dan des dengan cipher internal in excel
langkah 4 ujihasil yaitu melakukan pengujian hasil dan menghitung korelasi
antaraplaintext dan cipertext dari aes dan des langkah 5penulisan laporan yaitu
melakukan dokumentasi dariawal hinga ahir laporan

 

4. Hasil dan
Pembahasan

       Pada penelitian
ini mengunakan paintext “RUMAHSAYAUNGARAN”. Pada proses des langkah pertama
adalah mengukah karakter kedalam bentuk ascii dan kemudian kedalam bentuk bit .

R

U

M

A

H

S

A

Y

 

 

 

 

 

 

 

 

10000010

10000101

1110111

1100101

1110010

10000011

1100101

10001001

52

55

4D

41

48

53

41

59

100000101000010111101111100101111001010000011110010110001001

A

U

N

G

A

R

A

N

 

 

 

 

 

 

 

 

1100101

10000101

1111000

1110001

1100101

10000010

1100101

1111000

41

55

4E

47

41

52

41

4E

                          110010110000101111100011100011000001011001011111000

                           Tabel 1 proses
konversi inputan ke bit

 

 

 

Pada table 1 terdapat binber dari plaintext yang sudah
di berikan setelah itu biner dikinversikan kedalam hexsadesimal dab dimasukan dalam
DES cipher internal di excel sebagai inputan plaintext sehinga mendapatkan
cipertex : “41554E474152414E52554D4148534159” dengan kunci “752878397493CB70”

Langkah langkah pada lampiran (1-8).

Dengan mengunakan metode AES dengan inputan (table 2)
dan kunci (table 3) diperoleh chipertext (table 4).

 

52

48

41

41

55

53

55

52

4D

41

4E

41

41

59

47

4E

                                              
Tabel 2 plaintex AES

2B

28

AB

09

7E

AE

F7

CF

15

D2

15

4F

16

A6

88

3C

Tabel 3 key AES

C8

08

DB

2B

C8

FC

E0

20

0F

ED

30

27

B7

AC

D0

59

Table 4 ciphertext

Sehinga ciphertex yang
diperoleh dari AES adalah “C8C80FB708FCEDACBDE030D02B202759”
langkah terlampir (lampiran 3)

 

Menghitung nilai
korelasi dengan cara mengkonversi kedalam desimal terlebihdahulu , Hail perbandingan
terdapat pada table 5.

Plaintext

R

U

M

A

H

S

A

Y

A

U

N

G

A

R

A

N

CODE

82

85

77

65

72

83

65

89

65

85

78

71

65

82

65

78

Cipher des

86

66

FB

62

B9

12

82

CD

16

D5

BC

77

83

17

42

51

Code des

134

102

251

98

185

18

130

205

22

213

188

119

131

23

66

60

Korelasi des

0.999602

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Chipper aes

C8

C8

0F

B7

8

FC

ED

AC

BD

E0

30

D0

2B

20

27

29

Code aes

200

200

15

183

8

252

237

172

189

224

48

208

43

32

39

89

Korelasi aes

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.Simpulan

                  Penelitian membahas tentang
perbandingan korelasi enkripsi DES dan AES dengan mengunakann DES dan AES
cipher internal excel dari hasil percobaan mengunakan plaintext
“RUMAHSAYAUNGARAN” memperoleh korelasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

sugi guritman, analisis algoritmedan waktu enkripsi versus
dekripsi pada advanced
encryption standard (aes)

 

yusuf
kurniawan, perbandingan analisis sandi linear terhadap aes, des, dan ae1teknik
informatika, universitas pasundan bandung

 

Rohmat Nur Ibrahim, KRIPTOGRAFI ALGORITMA DES, AES/RIJNDAEL,BLOWFISH
UNTUK KEAMANAN CITRA DIGITAL DENGANMENGGUNAKAN METODE DISCRETE
WAVELETTRANSFORMATION (DWT) Jurnal Computech & Bisnis, Vol. 6, No. 2, Desember 2012, 82-95 ISSN
2442-4943.

 

https://sites.google.com/site/riksongultom/analisis-perbandingan-antara-algoritma-kriptografi-aes-dan-des.

 

Gadih Perawan,
Pengertian Dari Enkripsi Dekripsi Dan Kriptografi Beserta
Penjelsannya.